Rabu, 18 April 2018

Cerita "PUNTONDO" Takalar Sulawesi Selatan



Ho. Ho. Holiday. Lirik lagu yang kudengar pagi itu. Mengotak atik sahabat dekatku “smartphone” sampai tak sadar berada di ruang percakapan. Aku bergegas membuka pintu ruang tamu menuju teras rumah dengan maksud menyambut sejuknya suasana pagi yang indah nan cerah terpancar di depan mataku sendiri. Suara ayam yang begitu nyaring terdengar, tetap kunikmati. Namun sejenak pikiranku mengingat akan sesuatu.
Sabtu, jadwal kosongku. Tak ada aktivitas perkuliahan. Jadwal kosong hari itu adalah waktu yang tepat tuk menyelesaikan “dia”, ya dia yang aku maksud adalah “tugas”. Sehelai kertas yang kusut selalu berada di dalam tas yang menemaniku setiap perkuliahan, kertas kusut yang begitu sakral dan sangat menjadi beban bagiku. Bagaimana tidak, kertas kusut yang kumaksud itu menjadi beban? Dia merupakan tulisan tinta hitam di atas kertas putih dengan tema “Warning” yang berarti peringatan mengenai tugas-tugas perkuliahan yang harus kuselesaikan secepatnya.
Puntondo, menjadi pilihan lokasi dari sekian banyak lokasi masukan yang dipaparkan beberapa temanku untuk menyelesaikan tugas “Feature and Jurnalis Sastra” itu. Saat mengetahui aku dan mereka “temanku” akan segera menuju Puntondo, rasa malas yang terus menghampiriku. Ingin aku menikmati hari kekosonganku dengan penuh istirahat, tetapi semua berubah secara mendadak melihat antusias mereka untuk menyelesaikan tugas dengan seksama tepat hari Sabtu 14 November 2017.
Langkahku kupercepat untuk bersiap. Setelah sekian menit aku menyiapkan diri, segera kunyalakan mesin motor hitamku untuk menuju kerumah temanku berkumpul dan menyiapkan beberapa hal yang harus dipersiapkan. Grand Aroepala adalah lokasi rumah temanku yang menjadi saksi bisu awal perjalanan kami menuju target lokasi.
Jarak Puntondo dari tempat tinggalku sangat jauh bagiku, memakan waktu kurang lebih 2 jam lamanya. Puntondo berada tepat di Kabupaten Takalar, Desa Laikang, Kecamatan Mangaroban, Dusun Puntondo dan aku memulai perjalanan tepat pukul 13.50 WITA.
Meski memakan waktu yang begitu cukup lama, tetapi kami menikmatinya. Suara-suara kendaraan yang menemani perjalanan yang begitu terdengar seperti alunan musik, dan keramaian pengendara dengan berbagai ekspresi wajah yang lucu akan apa yang mereka alami saat itu karena kemacetan.
Setiba perjalanan tepat dikawasan Takalar, dimana di sambut dengan beberapa patung Pahlawan dan memasuki kawasan Dusun Puntondo yang jauh dari kota, tetapi berkat masyarakatnya yang damai nan ramah membuat perjalananku dengan temanku terasa nyaman untuk dinikmati.
Laut dan rumah-rumah kecil beratap merah bak “Gasebo” menjadi suguhan terindah untuk pengunjung yang bertandang ke Puntondo. Papan yang berwarna biru di setiap persimpangan bagitu setia menjadi penunjuk arah. Kurang lebih 11km jarak antara Desa Laikang menuju lokasi PPLH Puntondo.
Akhirnya selang beberapa jam, tujuanku dan temanku terlihat secara langsung. Pagar yang berwarna coklat kayu dengan bertuliskan “PPLH Puntondo” menyambut kedatanganku dan temanku saat dilokasi. Dua pria yang juga turut menyambut kedatangan kami setelah membuka pagar yang berwarna coklat kayu yang ku maksud tadi.
Bertemu dengan petugas bagian daftar buku tamu adalah aturan untuk memasuki lebih dalam kawasan PPLH Puntondo. Setiap pengunjung diharapkan mengisi buku tamu yang tersedia untuk mendaftarkan diri serta kendaraan yang digunakan pengunjung. Setelah semua beres, petugas akan memberikan selembaran karcis untuk ditukarkan dibagian informasi nantinya.
Langkahku terus bergegas yang tak sabar memasuki kawasan alam di PPLH Puntondo, dan tiba dibagian informasi untuk penukaran karcis yang didapatkan sebelumnya, dan aku diwajibkan kembali melaporkan data diri sebagai pengunjung dan diberikan selembar kupon dengan tariff harga sebesar 15.000 rupiah setiap orang.
Memiliki kupon tersebut menjadi kesempatan bagiku sebagai pengunjung untuk menikmati makanan dan minuman yang semuanya berasal dari rumput laut secara gratis direstoran yang tersedia. Keripik rumput laut dan jus rumput laut adalah menu siangku saat itu.
Selang beberapa menit menikmati penyediaan yang ada di restoran tersebut, aku segera bergegas dengan temanku untuk menjelajahi PPLH Puntondo yang alamnya begitu indah dengan dibaluti angin yang sepoi-sepoi menambah kesejukan saat itu. Begitu banyak arsitekturnya yang unik dan hebatnya lagi, secara keseluruhan yang ada pada arsitekturnya murni berasal dari kayu alami yang menjadi ciri khas tempat tersebut.
Tidak hanya arsitekturnya yang alami, bahkan tegangan listriknya juga alami. Semua serba alami. Karena kesejukannya, semua tumbuhan hidup bermekaran dengan penuh warna yang menjadi nilai tambah keindahan PPLH Puntondo tersebut. Terkadang karena keindahan PPLH puntondo ini, banyak yang menjadikan sebagai lokasi foto pre-wedding yang membuktikan tempat ini layak di sebut salah satu tempat terindah yang ada di Sulawesi Selatan.
Tidak hanya alamnya dan arsitekturnya yang nampak jelas, di PPLH Puntondo memiliki berbagai fasilitas-fasilitas yang begitu banyak, mulai dari Enviroment Program (Program Lingkungan, Out Door Activity (Kegiatan di luar ruangan), Snorkling (Penjelajahan di bawah laut), Seminar Room (Ruang seminar), Library (Perpustakaan), Dormitory (Asrama/penginapan), Restaurant (Tempan Makan), Bungalow, Art & Souvenir shop juga tersedia. Aku sebagai pengunjung begitu menikmati suasana perjalanan di dalam kawasan PPLH Puntondo tersebut.
Perencanaan waktu kedatangan sangatlah penting, PPLH Puntondo memiliki batas waktu kunjungan hanya sampai pukul 18.00 WITA saja. Karena itu, siapa pun yang ingin dan penasaran untuk mengunjungi PPLH Puntondo dan datang dari kejauhan, sebaiknya berangkat di pagi hari agar dapat menikmati lebih lama pemandangan dan kesejukan alam yang dapat dirasakan di lokasi tersebut.
Begitu pun bagi pengunjung yang ingin berangkat pada sore hari boleh saja, tetapi ada baiknya pengunjung menyewa penginapan yang tersedia di lokasi tersebut agar dapat menikmati lebih lama keindahan suasana di lokasi PPLH Puntondo tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar